Klasifikasi Hama Tikus Sawah

Klasifikasi Hama Tikus Sawah

Masyarakat khususnya para petani tentu sudah tidak asing lagi dengan jenis hama pertanian yang satu ini, tikus sawah. Tikus sawah atau Rattus argentiventer merupakan hama padi yang paling berbahaya di Indonesia, kerusakan yang ditimbulkan oleh tikus sangat luas dan selalu terjadi di setiap musim.

Tikus sawah pun selalu menyerang semua stadium tanaman padi, baik itu vegetatif ataupun genaratis, sehingga akan mengakibatkan kerugian ekonomis yang sangat berarti. Di Indonesia, kehilangan hasil gabah akibat dari serangan tikus sawah diperkirakan bisa mencapai sekitar 200.000 sampai 300.000 ton per tahunnya.

Usaha untuk penanggulangan secara intensif seringkali terlambat karena baru dilakukan ketika sudah terjadi kerusakan yang cukup luas dan berat. Maka dari itu, usaha untuk penaggulangan tikus tanah tidak perlu mempertimbangkan perilaku dan habitatnya, sehingga nantinya bisa mencapai sasaran.

Tinggi rendahnya kerusakan sebenarnya tergantung dari stadium tanaman serta tinggi rendahnya populasi tikus yang ada.

Morfologi Hama Tikus Sawah

Tikus sawah hampir mirip dengan tikus rumah, namun untuk telinga dan juga ekornya jauh lebih pendek. Ekor biasanya jauh lebih pendek dari pada panjang kepala badan, dengan rasio sekitar 1,3 persen, telinga jauh lebih pendek jika dibandingkan dengan telinga tikus rumah.

Tubuh bagian atas tikus sawah memiliki warna coklat agak kekuningan dengan bercak warna hitam pada bagian rambut, sehingga akan terkesan seperti warna abu-abu. Pada bagian tenggorokan dan perutnya berwarna putih dan untuk sisanya berwarna putih kelabu. Tikus betina memiliki 12 puting susu.

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Rodentia

Famili : Muridae

Subfamili : Murinae

Genus : Rattus

Spesies : Rattus argentiventer

Biologi Hama Tikus Sawah

Tikus sawah kebanyakan tinggal di area persawahan. Mereka sangat suka menggali liang sebagai tempat berlindung, dan berkembang biak.  Tikus sawah termasuk hewan omnivora yang merupakan pemakan segala jenis makanan.

Namun mereka lebih cenderung menyukain biji-bijian atau tanaman padi yang ada di sawah. Tikus seringkali menyerang semua stadium tanaman padi mulai persemaian hingga panen. Sedangkan untuk tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh tikus sawah sangat bervariasi tergantung dari stadium tanaman.

baca juga : https://www.agrobibittanaman.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *