Refeat Balistik Bagian 3 : Menembak dengan Perbedaan Sudut Ketinggian

Tulisan yang kami bagikan kali ini merupakan catatan dari seri pembelajaran saya tentang balistik eksternal. Pada tulisan sbelumnya dalam seri pembelajaran ini mencakup:

Bagian 1 :  Balistic Coefficient dan Kecepatan Mimis

Bagian 2 : Jangkauan dari Balistic, Lintasan Terbang Mimis Senapan dan Penggunaannya

Sudah sejak lama saya ingin menyampaikan tulisan ini sebagai rangkaian dari pembelajaran ballistic eksternal.  Tetapi baru pada pembahasan sekarang ini, setelah sekian lama saya merenunginya, pikiran saya pun terbuka kembali untuk memahami topik ini. Betapa landai sekali kurva pembelajaran saya belakangan ini untuk topik sangat rumit seperti ballistik eksternal ini. Semoga pemahaman saya mengenai ballistik eksternal kali ini tidak salah.

Mungkin Anda pernah menembak target sasaran yang ketinggiannya tidak sama dengan Anda? Pernahkah Anda mengamati secara jelas titik tumbukan mimis Anda ketika menembak sasaran dengan sudut ini?

Saya sendiri dan penembak lainnya biasanya akan melakukan zero rifle scope pada jarak yang tertentu dengan posisi laras senapan angin pcp datar serta sejajar dengan permukaan bumi. Tetapi dalam praktik menembak sasaran di lapangan seperti misalnya dalam skenario berburu, biasanya sasaran atau target berada posisi yang jauh lebih tinggi ataupun lebih rendah dari posisi si penembak.

Hal tersebut tentu akan menyebabkan adanya perbedaan titik tumbuk mimis pada sasaran. Terkadang perbedaan ini terlalu kecil sehingga kurang disadari. Namun bisa pula perbedaan ini terlalu besar sehingga pada akhirnya akurasi senapan yang akan disalahkan. Lalu bagaimana sebenarnya perbedaan sudut tembak sasaran dapat mempengaruhi perkenaan mimis? Pada pembahasan kali ini saya akan menjelaskan tentag apa yang telah saya pelajari.

Bagimana Gravitasi Bekerja sebagai Sebuah Gaya?

Dulu ketika masih duduk di bangku sekolah kita mengenal gravitasi bumi sebagai sebuah gaya yang dapat mempengaruhi semua benda yang ada di bumi. Sebagai suatu gaya, maka gravitasi mempunyai besaran dan arah. Arahnya akan selalu menuju bagian pusat planet ini atau bisa dibilang mengarahkan benda hanya ke bawah.

Pada sebuah benda yang bergerak lurus sejajar dengan bagian permukaan bumi, seperti misalnya pada mimis senapan yang ditembakkan, gaya gravitasi akan bekerja dengan cara membelokkan arah pergerakannya untuk menuju ke bawah. Dalam hal ini mimis senapan akan bergerak untuk membentuk suatu lintasan yang menyerupai busur.

Pada sub bagian ini, silahkan Anda bayangkan dulu bagaimana mimis senapan bergerak untuk keluar dari laras dan tinggalkan saja dulu untuk rifle kita semua. Berikut ini saya akan memberikan ilustrasi dari ChairGun Pro dengan skenario mimis senapa RWS Superdome 8.3 grain yang akan ditembakkan secara langsung dari senapan angin Sharp Tiger Long Barrel yang memiliki kecepatan 750 fps (7 kali pompa).

Perhitungan dari ChariGun Pro pada sebuah mimis Superdome 8.3 grain dengan kecepatan awalnya 750 fps telah menggambarkan litasan melengkung turun dengan bentuk busur yang menunjukkan penurunan sejauh 33cm (13 inchi) pada jarak 50 meter (54 yard).

Bagaimana jika mimis senapan ditembakkan secara tegak lurus dari atas menuju bumi? Anggap saja jika saya sedang menembak seekor tikus dari bagian sela-sela lantai balkon tepat di lantai atas. Maka gaya gravitasi yang akan bekerja searah dengan gerak mimis senapan saya sehingga tidak akan ada lintasan busus yang bisa terbentuk dan mimis senapan akan terjun lurus ke bawah.

Masalah yang bisa muncul apabila ada sudut yang tertentu dalam menembak. Anggap saja saya akan menembak seekor tupai yang berada di dahan pepohonan ataupun kelelawar yang sedang bergantung di bagian atap rumah saya. Atau jika misalnya saya ingin menembak seekor tikus langsung dari balkon dua rumah ke bawah pekarangan. Bagaimana saya bisa tahu bahwa mimis senapan tersebut akan mengenai target sasaran hanya dengan sekali tembakan?

Fakta yang terjadi adalah gravitasi hanya akan bekerja pada komponen yang horizontal dari gerak mimis senapan. Ini berarti bahwa berapun sudut tembak yang diambil, gaya gravitasi hanya akan memberikan pengaruh pada sejauh mana mimis senapan tersebut bergerak secara lurus dalam bidang yang sejajar dengan bagian permukaan bumi. Jadi sama sekali tidak ada perbedaan antara menembak dengan sudut ke arah atas ataupun bawah.. Gravitasi hanya akan bekerja dalam mempengaruhi mimis senapan pada gerak horisontal yang telah sejajar dengan permukaan bumi.

Saatnya Memasang Rifle Scope

Sama seperti pada pokok pembahasan kita yang sebelumnya, kita tahu bahwa sebenarnya menggunakan sebuah rifle scope pada prinsipnya adalah berusaha untuk mempertemukan antara lintasan mimis senapan dengan sumbu penglihatan teleskopik langsung dari scope. Dengan melakukan zero berarti mempertemukan antara dua lintasa ini pada satu maupun dua titik pada jarak yang telah ditentukan.

Selanjutnya mari kita balik lagi pada skenario menembak sasaran dengan menggunakan senapan Sharp Tiger Long Barrel di atasnya. Sekarang ini saya sudah memasangka suatu scope dan melakukan zero pada jarak sekitar 20 yard atau 20 meter.

Saya akan menembak sasaran atau target berupa seekor burung yang sedang berada tepat di bagian puncak pohon. Anggap saja bahwa saya sudah sangat mengenal pohon tersebut dan tahu bahwa disana ada burung yang sedang bertengger setinggi 22 yard (20 meter) di puncak pohon. Sedangkan jarak yang telah diketahui antara saya dengan pohon tersebut adalah 10 yard (9 meter). Yang menjadi pertanyaan adalah apakah saya akan melakukan tembakan dengan titik bidik di bagian tengah scope ataupun di titik bidik yang lainnya?

Dengan menggunakan prinsip yang sudah dijelaskan sebelumnya dan melihat grafik di atas, maka jawabannya adalah saya akan melakukan tembak dengan cara mengangkat titik bidik saya sejauh 1 mildot (hold over). Sebab pada jarak 10 yard, titik tumbukan akan menjadi turun sejauh -1,0 mildot.

Apakah Anda masih mengalami kebingungan? Jika masih mari lihat langsung ilutrasinya berikut ini.

Dengan skenario menembak tersebut maka bisa tentukan jarak horisontalnya yaitu 9 meter dan jarak pada bidang kemiringan yang dihitung dengan menggunakan rumus Phytagoras didapatkan 23.76 m.

Seperti yang kita ketahui bahwa komponen horisontal dari skenario menembak kita tersebut adalah jarak dari penembak dengan pohon, yakni 9 meter. Jadi gravitasi nantinya akan bekerja dengan cara membelokkan mimis seperti pada saat mimis senapan sedang melintas datar sejauh 9 meter.

Hal ini berarti bahwa titik perkenaan mimis senapan nantinya akan jatuh sama halnya dengan menembak datar sejauh 9 meter meskipun jarak yang harus ditempuh sesuai dengan perhitungan adalah 23.76 meter.

Meskipun titik tumbuknya sama seperti menembak datar sejauh 9 meter, tetapi terdapat perbedaan dengan cara menembak datar. Perbedaan tersebut berada pada kecepatan yang jauh lebih kecil akibat dari hambatan udara yang telah dialami lebih lama pada mimis senapan yang telah bergerak sejauh sekitar 23.76 meter.

Soal hambatan udara sendiri sebelumnya sudah saya bahas di bagian 1 artikel ini. Jangan sampai Anda mecampur adukan kedua hal ini. Gravitasi akan memberikan arah gaya ke baah, sementara hambatan udara akan memberikan arah gaya ke belakang.

Kesimpulan dan Penutup

Dengan mengetahui sejelas mungkin akan hal ini, saya pun sudah sangat dimudahkan untuk menentukan dimanakah titik bidik sasaran atau target berada pada scope saya. Saya tidak perlu lagi untuk memperkirakan antara jarak saya dengan sasaran. Saya hanya perlu untuk menentukan jarak horisontal saya sendiri dengan obyek dimana sasaran atau target berada.

Ketika saya sudah bisa untuk memperkirakan jarak tersebut dan mencocokannya sendiri dengan perkiraan titik tumbuk pada scope miliki saya, maka peluang untuk bisa mengenai sasaran akan semakin tinggi.

Sebenarnya masih ada faktor lainnya seperti misalnya hembusan angin yang mampu untuk membelokkan mimis senapan secara menyamping. Saya rasa lebih mudah sekali bagi saya dalam menentukan jarak benda yang ada pada ketinggian yang sama dengan posisi saya.

Fakta yang lainnya jka misalnya sudut menembak sasaran saya sudah sangat tinggi ataupun terlalu curam, maka hal ini berarti bahwa jarak horisontal saya dengan sasaran atau target sudah sangat dekat sehingga saya diharuskan untuk menaikkan titik bidik saya (hold over).

Dengan mengenal lintasan senapan angin, mengetahui titik tumbuk atau POI dalam berbagai jarak, mengetahui titik bidik pada scope dalam berbagai jarak, dan pastinya kemampuan dalam memperkirakan jarak tembak sekali lagi merupakan modalitas yang sangat penting untuk mendukung keberhasilan dalam mengenai sasaran atau target dalam berbagai jarak dan sudut.

Demikian informasi tentang “Refeat Balistik Bagian 3” yang dapat saya sampaikan pada pembahasan kali ini. Semoga apa yang sudah saya sampaikan ini bisa memberikan manfaat bagi Anda atau setidaknya dapat menambah sedikit wawasan Anda. Semoga bermanfaat!

Uncategorized

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*