Refeat: Senapan Angin Kaliber 4.5 mm Itu Mematikan

Saya merupakan seorang silent reader di beberapa forum senapan angin, saya pun tertarik dengan sebuah pertanyaan dengan tema kemampuan membunuh suatu senapan. Saya tidak paham dengan maksud dari pertanyaan tersebut apakah sebagai concern atas masalah keselamatan atau memang hanya niatan yang kuran baik. Namun apapun itu telah membuat jiwa dan ilmuwan saya harus turun untuk memberikan pendapat mengenai perihal tersebut.

Poster Kampanye Keselamatan Penggunaan Replika Senapan dan Senapan Angin di Kepolisian South Wales.

Jawabannya Memang Benar Bahwa Senapan Angin Kaliber 4.5 mm itu Dapat Mematikan Manusia

Jangan sampai Anda beranggapan bahwa pernyataan saya ini merupakan sebuah provokasi untuk pelarangan senapan angin. Tanpa perlu diprovokasi oleh saya pun sebenarnya ruang gerak dalam penggunaan senapan angin di negara kita bisa dibilang sangat terbatas. Bagi Anda para pembuat peraturan serta penegak hukum! Saya sangat menggemari hobi ini karena memang saya merasa bahwa ada manfaatnya. Jadi saya mohon jangan semakin dipersulit!

Belakangan ini masyarakat kita terutama komunitas senapan angin pcp sangat diresahkan dengan sebuah peristiwa penembakan seorang polisi dengan menggunakan senjata api rakitan yang dibuat dari komponen senapan angin. Tanggapan skeptis dari pecinta senapan angin pun bermunculan karena senapan angin yang legal dan umumnya dipakai adalah senapan angin dengan kaliber 4.5 mm.

Perlu Anda ketahui bahwa salah satu alasan mengapa kaliber 4.5 ini telah dilegalkan adalah karena memang pada kaliber ini tidak ada magasin ataupun peluru bermesiu yang ada di pasaran. Potensi dari sebuah senjata peluncur proyektil dengan kaliber 4.5 mm tetap sama dalam mematikannya dengan kaliber lebih diatasnya.

Saya menerbitkan artikel ini dengan tujuan supaya siapapun itu yang memiliki senapan angin ini bisa lebih menjaga diri dan peduli terhadap faktor keselamatan. Karena seperti yang kita tahu bahwa apapun itu kegiatan manusia sudah pasti akan mengandung risiko.

Data yang Sangat Mengejutkan

Silahkan Anda lihat sendiri di google betapa banya headline berita yang telah melaporkan korban dan bahkan juga kematian yang dikibatkan oleh senapan angin. Untuk mendapatkan data yang lebih akurat maka saya akan merujuk ke negara luar yaitu Amerika Serikta dimana senapan angin di negara tersebut merupakan barang bebas yang sangat terbatas dan untuk catatan medi disana sudah sangat tertata.

Berdasarkan laporan dari US Consumer Product Safety Commission sekitar tahun 1990 sampai 2000 saja sudah ada 39 kasus kematian yang disebabkan oleh sebuah senjata peluncur proyektil non-api (nonpoder gun, dalam hal ini juga termasuk BB gun, airsoft gun, dan paint ball) dan yang lebih ironis lagi 32 diantara korban tersebut merupakan anak-anak yang berusia dibawah 15 tahun.

Data yang lainnya di negara yang juga sama, melaporkan bahwa pada tahun 2000 ada kurang lebih 21,840 kasus cidera yang diakibatkan nonpowder gun dengan sekitar 4%-nya membutuhkan perawatan di rumah sakit. Bisa Anda bandingkan dengan angka kecelakaan lalu lintas yang ada di Indonesia menurut Badan Pusat Statistik atau BPS pada tahun yang sama yaitu tahun 2000 pada angka 12,649 kejadian.

Anak-anak merupakan kelompok yang sangat rentang dalam kejadian ataupun mengalami cedera akibat senapan angin. Bayangkan saja jika anak-anaka gemar bermain dan kemudian mencoba untuk meniru aksi tembak-menembak.

Data epidemiologi lainnya, yang menunjukkan bahwa penyebab dari cidera sangat serius akibat dari non-powder gun yang telah dikumpulkan pada 101 anak yang sudah menjadi korban fatal senapan angin di Amerika pada tahun 1997 lalu, menunjukkan bahwa sebanyak 30% dari mereka telah tertembak langsung oleh teman dan sekitar 21% dari mereka ternyata ditembak sendiri oleh saudara kandungnya.

Dari data tersebut bahwa 71% adalah tindakan yang dilakukan secara tidak tidak sengaja, ini berarti sisanya dilakukan secara sengaja dimana 5% bermotif penyerangan langsung dan untuk 1%nya adalah tindakan bunuh diri.

Tindakan tersebut telah membuat 15%nya membutuhkan perawatan secara intensif di ICU (PICU) dan untuk yang 56% hanya membutuhkan sedikit tindakan pembedahan. Untuk hasil ahirnya adalah sebanyak 10% meninggal dan yang 27 (26,7%) anak tersebut telah mengalami kecacatan secar permanen khususnya kebutaan.

Bisa dikatakan bahwa sebuah peluru 4.5 mm mampu untuk menembus bagian tubuh seperti jaringan kulit dan tulang sehingga hal ini mengakibatkan luka penetrasi pada kecepatan kuran lebih 331 fps. Sudah saya singgung dalam pembahasan sebelumnya bahwa energi yang diperlukan untuk dapat menembus kulit orang dewasa pada sebuah percobaan yang telah dilakukan pada kadaver atau jasad manusia hanya sebesar 3-81 sampai 8.38 Joule. Atau yang setara dengan 391 sampai 580 fps dengan menggunakan mimis RWS Superdome 8.3 gram.

Sekarang harus Anda jawab dengan jujur, berapakah kecepatan peluru yang dapat dilontarkan oleh senapan angin yang sangat populer di Indonesia? Bahkan masih ada banyak sekali senapan angin Indonesia yang mampu untuk melampui kecepatan tersebut.

Kita sangat beruntung dengan peraturan yang bisa dibilang sangat ketat di negara kita, sebab bisa Anda bayangkan dengan keadaan media serta jaminan kesehatan yang sudah sangat maju seperti di Amerika Serikat saja, angka kejadian serta kematian terlalu tinggi. Bagimana jika hal tersebut terjadi di negara kita jika tidak dibatasi dengan suatu peraturan yang ketat.

Dalam pembahasan kali ini saya hanya akan fokus pada judul yang sudah tercantum diatas. Meskipun angka kesakitan dan kecacatan sangat tinggi, saya disini hanya akan membahas penyebab kematian saja. Saya berusaha untuk memberikan pembahasan yang dapat dimengerti dan mudah dipahami oleh orang awam meskipun tetap menulis istilah-istilah medis.

Kematian yang disebabkan oleh senapan angin dapat dikelompokan melalui beberapa cara. Untuk pembagian yang saya jelaskan disini adalah kematian berdasarkan waktu yang terpapar langsung senapan angin sampai bisa terjadi kematian klinis. Maksud dari kematian klinis ini adalah sebuah peristiwa menegangkan yang ditandai oleh berhentinya sistem pernafasan dan sirkulasi darah.

  1. Kematian Segera

Kematian segera merupakan kematian yang terjadi dalam hitungan menit sampai jam setelah terpapar oleh senapan angin. Dalam hal ini kematian terjadi karena terkena proyektil atau peluru yang ditembakkan langsung oleh senapan angin tepat di bagian vital tubuh manusia. Jadi kematian serga merupakan sebuah kematian yang sangat diharapka atau memang dimaksudkan pada penggunaan senapan angin.

Untuk dapat meluruskan dan memahami mengenai konsep vital di bagian tubuh manusia (yang seringkali dinotasikan sebagai organ reproduksi), telah saya sederhanakan menjadi beberapa sistem organ manusia yang kompleks dengan istilah yang paling populer saat memilih kegawatdaruratan dalam bidang medis.

Dalam kegawatdaruratan di bidang medis ini ada sebuah urutan sistem organ manusia yang paling utama untuk dapat menunjang kehidupan manusia. Yakni Airway (Jalan Nafas), Breathing (Pernafasan) dan Circulation (Peredaran darah) atau yang biasa disingkatdengan ABC.

Urutan tersebut hirkakis yang dimana A jauh lebih penting jika dibandingkan dengan B dan seterusnya. Jika terlambat dalam menangani jalan nafas ketika sedang menangani sirkulasi darah maka pertolongan akan mengalami kegagalan sehingga bisa mengakibatkan kematian.

Proyektil, dalam hal ini adalah mimis senapan angin, bisa mengakibatkan kematian jika perkenaannya telah menganggu kinerja sistem organ diatas. Dari sinilah saya akan mulai menjelaskan secara satu per satu.

Aiway

Saluran nafas akan menjadi terganggu oleh perkenaan mimis atau peluru senapan angin dengan cara:

  • Perdaran dan sumbatan darah tepat di jalan nafas seperti misalnya tembakan pada bagian rogga mulut dan tenggorokan
  • Sumbatan yang terjadi karena muntahan (dengan atau tanpa disertai dengan penurunan kesadaran) akibat terangsangnya oleh refleksi muntah atau vagal reflex

Breathings

Pernafasan sendiri merupakan konsep yang sangat berbeda dengan jalan nafas. Proses bernafas terutama akan melibatkan 2 hal, yakni (1) organ pernafasan yaitu rongga dada, paru-paru, otot pernafasan pada bagian dinding dada dan khususnya diafragma.

Selain organ sistem pernafasan kita juga membutuhkan (2) pusat pengatur pernafasan yakni terutama batang otak. Gangguan pada sistem organ akibat dari perkenaan mimis senapan angin di bagian ini adalah dengan cara:

  • Tertusuknya pada batang otak akibat dari penetrasi secara langsung mimis ke bagian belakang kepala
  • Penekanan pada batang otak akibat dari pendarah yang masif di dalam rongga kepala
  • Pengempisan paru-paru akibat dari penetrasi dengan luka terbuka pada bagian dinding dada atau open pneumothorax
  • Pengempisan paru-paru yang disertai dengan penekanan paru-paru akibat dari penetrasi dengan luka tertutup dengan bentuk katup pada bagian dinding dada atau tension pneumothorax

Circulation

Peredaran darah sendiri, berkaitan dengan kematian segera, melibatkan proses kegagalan sirkulasi lebih cepat. Telah diketahui bahwa darah dan kandungannya telah beredar di dalam pembuluh darah dan akan disirkulasikan oleh bagian organ jantung. Dalam hal ini darah akan membutuhkan volume dan tekanan yang tertentu untuk bisa memenuhi kebutuhan jaringan hidup.

Gangguan yang terjadi akibat dari perkenaan mimis senapan dalam sirkulasi darah yaitu gangguan yang bisa mengakibatkan gangguan pompa jantung serta penurunan volume lebih cepat ataupun tekanan darah. Gangguan perkenaan mimis senapa pada sistem organ tersebut akan bekerja dengan cara:

  • Berpenetrasi secara langsung ke bagian jatung dan mengakibatkan kebocoran pompa jantung ataupun tamponade jantung (penekanan jantung akibat dari gumpalan darah dalam bagian rongga jantung atau mediastinum atau pericardium serta gangguan irama jantung berat (malignant arrythmia) sampai jantung terhenti (cardiac arrest).
  • Dapat mengurangi volume dan juga tekanan darah dengan lebih cepat sehingga tidak bisa dikompensasi tubuh akibat dari perkenaan mimis senapan pada pembuluh darah yang besar  seperti aorta (pembuluh darah utama jantung) dan seluruh bagiannnya seperti arteri panggul dan pangkal paha, arteri leher, pmbuluh balik atau vena seperti yang ada di paru-paru dan di sekitar hati.

2. Kematian Tertunda

Kematian tertunda merupakan kematian yang telah terjadi dalam periode hari sampai minggu. Kematian tertunda yang disebabkan oleh senapan angin terjadi berhubungan dengan proses penyakit penyulit atau komplikasi ketika seseorang telah mengalami luka tembak.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa mimis senapan merupakan benda asing yang biasa ditembakan dari lingkungan yang kurang steril. Mengalami luka tembak berarti sama halnya dengan menyediakan pintu masuk bagi kondisi yang kurang steril (septic) secara langsung ke dalam lingkungan steril tubuh manusia.

Akibat tertunda yang disebabkan oleh senapan angin bisa diasosiasikan dengan keadaan sepsis atau infeksi berat dan penyakit lainnya yang juga sangat berbahaya seperti tetanus. Sebuah mimis senapan angin tidak akan pernah memperhitungkan diameter ataupun kalibernya apabila berpenetrasi ke bagian organ perut, bisa mengakibatkan kebocoran organ dalam (umumnya akan melibatkan satu organ lebih atau multiple visceral organ perforation) yang kemudian bisa terjadi pendarahan, infeksi berat, ataupun peradangan berat.

Kondisi seperti ini memang berbeda-beda manifestasinya pada setiap orang tergantung dari beratnya cidera serta ketahanan fisik setiap individu. Seperti misalnya seseorang yang mengalami luka tembak yang bahkan tidak mengidap penyakit diabetes melitus atau kencing manis, jauh lebih beresiko terhadap kematian akibat dari infeksi. Bahkan luka yang diakibatkan karena lecet atau terkena mimis senapan angin yang berupa goresan saja jika tidak segera diatasi maka bisa terjadi infeksi berat yang bisa mengancam nyawa.

Kondisi seperti ini jauh lebih menyiksa jika dibandingkan dengan kematian cepat. Sebab  pada suatu infeksi berat, seseorang yang mengalami luka tembak bisa mengalami masa rawat inap yang sangat lama dalam ruang intensif.  Hal ini berarti juga akan menghabiskan banyak sekali dana. Itupun masih tidak bisa menjamin kesembuhan orang tersebut karena angka survival sepsis di dunia terutama di Indonesia di bilang sangat rendah.

3. Kematian Jangka Panjang

Jika membahas kematian jangka panjang ini berarti berbicara tentang dampak dari kesehatan senapan angin bagi pengguna. Saya tidak pernah menjanjikan untuk menjelaskan tentang kematian akibat dari senapan angin pada seseorang atau sasaran yang dituju.

Perlu diketahui bahwa kematian juga bisa dialami seseorang yang menggunakan senapan angin. Dalam kasus ini kematian jangka panjang akan diasosiasikan dengan bahan-bahan yang sangat berbahaya pada senapan angin. Salah satunya yang berpotensi sangat berbahaya adalah pemakaian timah pada mimis senapan.

Sejak jaman Romawi timah diketahui bisa menyebabkan keracunan akibat dari logam berat. Salah satu contoh dari seseorang yang sangat terkenal sepanjang sejarah yang pernah mengalami keracunan timah adalah seorang Kaisar Romawi yang memiliki nama Caligula yang dimana juga terkenal akan kesadisannya.

Istilah perilakunya biasa disebut dengan saturnism (manusia dari planet saturnus, karena memiliki perilaku yang halusinatif). Penyimpangan perilakunya tersebut disebabkan oleh keracunan timah akibat mengonsumsi makanan dan juga minuman dari suatu perabotan yang memiliki kandungan timah.

Bagian organ tubuh yang bisa dipengaruhi oleh logam tersebut adalah jantung, usus, tulang, sistem syaraf, ginjal, dan sistem reproduksi. Gejala yang bisa muncul akibat dari keracunan timah ini biasanya nyeri perut, disorientasi, sakit kepala hingga rasa cemas, serta gangguan mental berat, kejang-kejang, anemia, koma, dan bahkan kematian. Keracunan akibat dari logam berat seperti timah bisa terjadi secara akut (sangat cepat dan mendadak) ataupun kronis (sangat lama dan tidak disadari).

Pada seseorang yang selalu berhubungan dengan logam berat seperti seorang penembak atau pemburu yang biasa menggunakan mimis timah, keracunan bisa muncul dengan rute masuk melewati mulut. Bisa Anda bayangkan berapa banyak jumlah pemburu yang merokok? Berapa banyak yang setelah memegang mimis senapan angin dan merokok sebelum mencuci tangan terlebih dahulu dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir? Atau bagi mereka yang melakukan perburuan secara rutin, apakah mereka akan membuang semua darah binatang buruannya atau setidaknya membuang bagian luka yang telah terkena mimis senapan angin sebelum dimakan?

Data lainnya berdasarkan dari Central Disease Control (CDC, Pusat Kontrol Penyakit, yang data serta protokolnya telah dijadikan sebagai acuan nasional Amerika ataupun dunia termasuk negara Indonesia) menunjukkan bahwa peningkatan kadar timah higga 0.30 microgram/dl dalam sampel darah pengguna peluru atau mimis timah yang telah mengonsumsi binatang buruannya.

Meskipun kadar total rata-ratanya dibilang masih cukup aman untuk melampaui batas keracunan yang telah ditetapkan oleh CDC (yakni sekitar 10 microgram/dl), tetapi hal ini penting untuk dijadikan pertimbangan.

Sebagai bahan pertimbangan, para pemburu di Amerika mengonsumsi binatang buruannya yang lebih besar jika dibandingkan dengan di Indonesia. Bisa Anda bayangkan para pemburu di Indonesia yang seringkali memakan burung kecil yang notabene ukuran peluru pembunuhnya jauh lebih besar daripada berat karkas atau daging yang banyak dikonsumsi di Amerika Serikat. Jadi Anda harus selalu berhati-hati dengan potensi keracuanan timah akibat dari mengonsumsi daging hewan buruan!

Pernahkan Anda berpikir betapa ngerinya kombinasi senapan angin dengan orang yang kurang waras (mengalami gangguan jiwa seperti agresif, halusinasi dan sangat mudah terangsang atau irritable akibat dari keracunan timah)?

Berdasarkan dari penjelasan yang saya sampaikan di atas sudah seharusnya kita semua, terutama yang selalu berhubungan dengan senapan angin, untuk selalu bijak dan waspada dalam menggunakan senapan angin ini. Banyak sekali nasihat dari orang-orang yang sudah lebih dulu terjun dalam dunia senapan angin yang harus dipelajari dan dipraktekkan secara langsung sebelum kita merasa sangat layak untuk memegang senapan angin.

Anda bisa bergabung langsung dengan perkumpulan-perkumpulan yang selalu menjunjung tinggi sportifitas dan juga keselamatan dalam berhobi ini. Apabila Anda sendirian, maka belajarlah dari kearifat serta pengalaman dari mereka yang sudah lebih dulu terjun di hobi yang satu ini seperti pada forum-forum yang selalu menjunjung tinggi asas-asas baik yang seperti ini. Semoga bermanfaat.

Uncategorized

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*